Tradisi “Nyirih” dan Musik Tradisional “Pakkacaping” Ala Indonesia

“Nyirih, Sarat Makna dan Kegunaan”

Indonesia adalah negara yang terdiri dari beberapa pulau dan masing-masing memiliki kebudayaan, adat istiadat dan kebiasaan yang berbeda-beda. Nyirih merupakan kebiasaan dan tradisi masyarakat Indonesia yang sangat berkaitan dengan gigi.

Gigi adalah salah satu komponen penting dalam tubuh kita karena dengan gigi kita dapat mengunyah makanan di dalam mulut sebelum masuk ke perut. Jika makanan tidak dikunyah terlebih dahulu, maka organ pencernaan kita akan  bekerja lebih keras untuk mencernanya. Oleh karena itu, kita harus mempunyai gigi yang kuat agar bisa menghancurkan makanan yang keras sebelum di cerna di dalam tubuh.

Salah satu kebiasaan beberapa masyarakat kita di Indonesia agar giginya menjadi kuat adalah dengan nyirih. Nyirih adalah kebiasaan mengunyah buah pinang ditambah dengan lintingan sirih dan kapur. Umumnya kebiasaan nyirih ini dilakukan oleh orang tua atau yang sudah lanjut usia (nenek-nenek). Asal mula kebiasaan ini tidak ada yang tahu darimana datangnya tapi satu hal yang pasti kalau nyirih memiliki filosofi yang sama yaitu tubuh manusia, daun sirih diibaratkan sebagai kulit manusia, kapur sebagai tulang manusia dan buah pinang sebagai daging. Lalu menjadi air yang merah, yang diibaratkan sebagai darah. Jika memang diperhatikan, gigi orang yang nyirih akan terlihat merah. Hal itu disebabkan karena campuran ketiga bahan tadi bisa menimbulkan warna merah juga meningkatkan produksi air liur sehingga kita akan sering meludah saat nyirih. Meski gigi dan air ludah tampak memerah, namun katanya sehabis nyirih mulut akan terasa segar dan bersih seperti habis menggosok gigi.

Kebiasaan nyirih ini sudah berlangsung sangat lama, jauh sebelum pasta dan sikat gigi ditemukan. Katanya menyirih lebih sehat dan aman dibandingkan dengan pasta gigi yang banyak mengandung detergen. Menyirih lebih bersifat seperti antiseptik alami.

Nyirih dapat kita jumpai di beberapa komunitas masyarakat tradisional Indonesia seperti di Jawa, Bali, Sunda, Dayak, Papua dan sebagainya. Jika kita berkunjung ke rumah penduduk biasanya kita akan disuguhi untuk nyirih, hal itu sebagai tradisi dan bentuk rasa hormat kepada tamu. Kebiasaan nyirih ini tidak akan kita temui di negara lain selain di Indonesia. Selain kaya akan makna dan kegunaan, kesan yang diperoleh dari kebiasaan nyirih ini adalah menimbulkan rasa keakraban dan kebersamaan seperti Telkomsel yang mengakrabkan hubungan kita dengan teman, keluarga dan orang-orang yang kita sayangi dengan komitmennya untuk terus meningkatkan kenyamanan komunikasi dan kepuasan penggunanya. Selain itu, ciri khas nyirih yang berfungsi untuk menguatkan gigi menjadi cerminan Telkomsel dalam pelayanan selama 17 tahun terhadap pelanggan di Indonesia dengan menjadikan sinyal yang paling kuat di antara operator telekomunikasi lainnya yang ada di Indonesia. Sehingga menjadikan Telkomsel sebagai operator telekomunikasi pilihan terbaik masyarakat indonesia.

“Karismatik  Pakacaping”

Indonesia memiliki beragam kebudayaan dan kesenian dalam bermusik. Masyarakat tidak dapat dipisahkan dari musik dan kehidupan manusia karena musik merupakan ungkapan ekspresi jiwa manusia dan juga dapat mempengaruhi emosi dan kejiwaan manusia. Namun, musik tidak akan lengkap tanpa adanya alat musik.

Di Indonesia, begitu banyak ragam musik tradisional yang masing-masing memiliki karakter dan nama yang berbeda pula. Salah satu musik tradisional yang akan dibahas kali ini adalah musik tradisional dari Sulawesi Selatan. Seni pertunjukan musik tradisional ini merupakan musik tradisional yang berkembang cukup lama di dalam empat etnis yang ada di Sulawesi Selatan, yaitu etnis Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja.

Musik tradisional yang dimaksud adalah “Pakacaping”. Pakacaping adalah sebutan bagi orang yang memainkan alat musik Kacaping atau Kecapi. Musik tradisional pakacaping awal mulanya dibawa oleh pelaut Bugis-Makassar. Konon katanya, pelaut itu merindukan kekasih yang ditinggalkannya dalam perantauan dan pelaut itu mengambil tali layarnya dan diikatkan ke perahu kemudian dipetik dengan iringan lagu. Sesampainya di darat, pelaut itu membuat alat musik berbentuk perahu dengan dua tali lalu dibuatkan syair lagu.

Pakacaping mulanya hanya sebagai sarana untuk menghibur diri sendiri di waktu luang namun dalam perkembangannya menjadi seni pertunjukan musik dalam berbagai acara keramaian seperti pesta adat, pesta pernikahan, siaran radio, khitanan, peringatan hari besar, upacara naik rumah sampai kampanye politik.

Pakacaping adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi masyarakat Sulawesi Selatan yang bertujuan sebagai  bentuk penghormatan kepada tamu yang hadir dalam acara keramaian tersebut.

Menurut penelitian, Pakacaping memiliki 21 jenis syair petikan yang menjadi sumber kekuatan seni pertunjukan musik tradisional ini. Pakacaping terdiri dari lagu pembuka kemudian diisi dengan lagu muda belia, lagu tentang janda, lagu gambus, lagu kasmaran, lagu kembang putih, lagu memanggil pengantin, lagu terbalik, lagu dangdut, lagu tentang pendakian, lagu daun melambai, lagu agama, lagu angin mammiri, lagu kampanye hingga lagu penutup.

Dalam memainkan alat kacaping, pemain (pakacaping) duduk bersila sambil memangku kacaping dan menghadap ke penonton dengan memakai baju terbelah dada (balla dada), ikat kepala (patonro), celana dan sarung yang diikatkan ke pinggang kemudian memainkan lagu yang ingin dimainkan.

Seni pertunjukan ini biasanya dilakukan sampai semalam suntuk hingga dini hari, selain itu pemain dan penonton akan saling berinteraksi satu sama lain karena teknik memetik, improvisasi yang dimainkan dipadu dengan suara vocal yang indah akan menarik perhatian penonton untuk membalas nyanyian Pakacaping.

Musik Pakacaping hanya ada di Indonesia dan kita harus bangga memiliki tradisi ini. Selain itu musik Pakacaping bukan hanya sebagai sarana hiburan semata saja namun menjadi tali yang mengikat hubungan persaudaraan antar masyarakat. Filosofi ini coba di jadikan Telkomsel sebagai opertor telekomunikasi terbesar di Indonesia guna menyatukan masyarakat Indonesia dengan keluarga, teman, dan orang-orang terdekat mereka dengan pelayanan komunikasinya yang selalu inovatif dari tahun ke tahun dan menjadi pilihan di hati masyarakat Indonesia.

This entry was posted in Lomba blog paling Indonesia and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s